Fanfiction Conanian, Twin Mouri part 7 (end)

Hotel hyde pride

            Ran berjalan dengan tergesa-gesa menuju kamar no.307. sedangkan ayahnya dan conan masih jauh dibelakangnya. Ran tidak sabar bertemu dengan kakaknya. Barusan ia menerima pesan dari mamanya, bahwa kakaknya berada di Jepang sehari yang lalu.

Kamar 307
            Ret mouri berbincang santai dengan bibi Sharon. Adik kandung mamanya yang menjadi artis terkenal di jepang.
            Ting !
            Bel kamarnya berbunyi. Ret bangkit dari duduknya menuju pintu. Ia membuka pintu dengan wajah cerah saat seraut wajahnya muncul di balik pintu.
            “okaeri my twin1!!” sambut Ret penuh gembira. Ran langsung memeluk kakak kembarnya dengan hangat. Sudah tiga tahun mereka tidak bertemu. Ran mouri, tinggal di jepang bersama ayahnya. Sedangkan Ret mouri tinggal di New York bersama Ibunya. Orang tua mereka bercerai 4 tahun yang lalu. Karena sifat Ret dan Kogoro sama-sama keras kepalanya dan tidak mungkin tinggal berama ayahnya, ibu nya membawa Ret tinggal bersamanya di New York, kota kelahiran ibunya. Disana, ibunya Ret yang bernama Eri Mouri menjadi pengacara terkenal.
            Ret mengajak Ran masuk, kemudian Kogoro dan Conan baru datang. Mau tidak mau, meski agak benci ayahanya, Ret mempersilahkannya masuk juga. Kogoro yang melihat Sharon didalam langsung menanyakan kabar Yoko Okino, artis cantik yang digemari Kogoro yang kebetulan teman dekat Sharon. Melihat tingkah ayahnya, Ret jadi sebal.
            “ternyata dia tidak berubah.” Ujar Ret kesal.
            “iya kak, begitulah. Ngomong-ngomong... apa kak Ret disana memiliki seorang kekasih?” tanya Ran antusias.
            “nani koibito2? I have ! bule blasteran jepang-amerika seperti mama.”
            “sou ka3? Pasti dia keren!”
            “pasti. Keren, setia, perhatian, dan tidak pernah marah dengan sifatku yang egois ini. Tajir lagi... hotel yang aku tempati ini milik perusahaan keluarganya.”
            “wah, keluarga oiso finance? Kak Ret beruntung sekali. Boleh dong kapan-kapan aku diajak bertemu dengan kakak iparku itu.”
            “of course. But he’s on a meeting with his family company right now in Beika.”
            “iinda yo4, tidak apa-apa. besok aku diajak teman-teman ke tropical land. Aku mau ajak kakak sekalian dengan cowok kakak ya? Siapa namanya?”
            “Saguru hakuba oiso. Apa katamu? Ke tropical land? Dengan senang hati aku akan ikut.” Ujar Ret mouri  bersemangat.
            Malam itu, Ran berbincang-bincang dengan kembarannya sepuasnya. Kogoro masih bertanya-tanya tentang yoko ke Sharon. Sedangkan Conan melihat film gomera berulang kali hingga ia mengantuk dan akhirnya mengajak Kogoro pulang. Tapi Ran memutuskan untuk menginap di tempat Ret. Sebenarnya Sharon juga ingin menginap, tapi besok pagi ia ada jadwal pemotretan dengan agency nya. dan memutuskan untuk pulang juga.

Tropical Land, Tokyo.
            Sudah 20 menit Shinichi, Heiji, dan Kazuha menunggu kedatangan Ran di foodcourt. Awalnya Shinichi tidak mau datang karena sudah tidak ingin bertemu lagi dengan Ran. Namun Heiji memaksanya ikut karena menurut Heiji, hari ini adalah hari bersejarah di Tropical land. Heiji berencana mengungkapkan persaaannya pada Kazuha di atas ayunan raksasa yang menyajikan pemandangan paling indah di Tokyo.
            “sudahlah, tidak usah menunggu dia. Pasti dia sudah lupa dengan janjinya. Sama kekasihnya aja lupa apalagi sama kalian.” Shinichi bangkit dari duduknya, kalau tidak demi sejarah percintaan kawan baiknya, ia tidak bakal ikut.
            “aku sama sekali nggak percaya Ran bisa selingkuh dari kau.” Kazuha berdiri mengikuti Shinichi.
            “aku juga awalnya tidak menyangka, tapi dengan tidak adanya dia disini berarti sudah jelas bukan?”  Shinichi meracau sambil menjauh dari tempat duduknya. Heiji langsung menarik tangannya agar tidak pergi.
            “daripada kita sudah disini hanya dengan amarah, kita langsung mengantri naik wahana bianglala itu saja.” Heiji mengedipkan sebelah matanya. Shinichi sadar, Heiji butuh dukungannya.
            Mereka bertiga akhirnya menuju antrian wahana yang diinginkan Heiji. Dengan antrian yang panjang, Shinichi mulai merasa bosan, ia memasang earphone memutar lagu kesukaannya. Namun bayang-bayang Ran mulai menghisai kelopak matanya. Karena meskipun marah, Shinichi tidak bisa berbohong pada dirinya sendiri bahwa ia rindu pada cewek yang disukainya pada pandangan pertama itu.
            Ditengah lamunan Shinichi tentang Ran, dari kejahuan Shinichi melihat ada dua sosok Ran menuju ke arahnya. Ia mengucek matanya berkali-kali, takut hanya halusinasinya saja.
            “itu dia Ran sudah datang!” teriak Kazuha dari belakang telinga Shinchi,. Kazuha langsung menarik tangan Heiji dan Shinichi untuk menghampiri Ran. Padahal antrian sudah sanat dekat sekali. Penjaga loket yang melihat ada tiga orang menjauh dari antrian merasa sebal.
            “hei! Apa kalian tidak jadi naik?” teriak penjaga loket.
            “gomen5... ojisan Subaru... kami tidak jadi naik.” Sahut Heiji sembari melambaikan tangan kepada penjaga loket yang bernama subaru itu.
            “enak saja aku dipanggil ojisan. Emang aku terlihat tua apa?” tanya subaru pada pengantri lain. Yang ditanya hanya senyum saja.

            Setibanya di hadapan dua sosok Ran, Heiji dan Shinichi terheran-heran. Dua wajah Ran memang sangat mirip. Yang membedakan hanya rambutnya. Ran asli, berambut hitam legam dan digerai.dan satunya, berambut kecoklatan yang dikuncir ekor kuda.
            “hai! Gomennasai ne6! Aku terlambat karena harus menjemput cowok kakak kembarku.” Ujar Ran sambil menunduk minta maaf.
            “oh iya, Shinichi, Heiji, kenalin. Ini kakakku, Ret Mouri. Dan ini cowoknya, Saguru Hakuba oiso, mereka datang dari New York.”
            Ret moouri mengulurkan tangan sambil menahan tawa mengingat kejadian di departemen store malam itu. Saguru juga menahan tawa gelinya.
            “saguru hakuba oiso, pacar dari Ret mouri. Kakak kembar Ran Mouri.”
Shinichi dan Heiji salah tingkah.
            “gomennasai ne, tentang kejadian di departemen store waktu itu yah. Harap maklum, aku belum tahu dan Ran tidak memberi tahuku.” Ujar Shinichi segan.
            “iinda yo adik ipar,” imbuh Ret sambil menepuk bahu Shinichi.
            “sebentar, memang pernah ada kejadian apa? Apa kalian sudah pernah bertemu?” Ran menatap mereka bergantian.
            “nggak ada apa-apa kok Ran. Kita main jet coaster aja yuk... dari pada naik wahana yang tidak menantang sama sekali ini. Ret menarik Ran dan otomatis semuanya ngikut.
            “damn! Aksi nyatakan cinta romantis jadi gagal.” Bisik heiji pada Shinichi,
            “mungkin bukan waktu yang tepat.”

            Meski jet coaster wahana yang menantang, antriannya tetap panjang. Yang cewek-cewek pada berbincang seputar pengalaman mereka sebagai Remaja. Ret banyak bercerita tentang yang katanya the city that never sleeps itu. Apalagi setiap jalanan kota new york seperti catwalk saja. Disana orang-orang bebas mengekspresikan gaya busananya masing-masing. Tak terasa, antrian mereka sudah sampai. Mereka berenam naik ke kursi jet coaster yang kusinya dua-dua. Saguru dan Ret duduk di kursi paling depan, lalu Ran dan Shinichi, kursi ketiga ada Kazuha dan Heiji.
            “hati-hati ya Ran, ikat jantungmu yang kencang. Siapa tahu saat kereta sudah di rel bawah, jantungmu masih berada di Rel atas.” Ret berteriak kencang hingga membuat Heiji dan Kazuha langsung terbengong. Karena mereka berdua sama-sama tidak begitu menyukai wahana yang menantang.
            “shinpai shinaide7! Yang perlu di ingatkan adalah Kazuha dan Heiji. Lihat saja, pasti muka mereka sudah pucat pasi.” Sahut Ran, bertepatan penjaga datang dan memastikan sabuk pengaman para penumpang sudah terpasang dengan baik. Penjaga bertanda pengenal chianty itu tersenyum mendengar celoteh para enam remaja itu.
            Kereta jetcoaster melewati lorong gelap dengan kecepatan pelan. Setelah berada ditengah, kereta meluncur dengan cepat lalu naik ke rel dengan pelan. Dengan refleks, Kazuha meremas tangan heiji. Kereta lantas turun dengan kecepatang tinggi dan berkelok-kelok. Wuusshh... angin kencang menambah suasana mencekam. Kazuha berteriak sekeras-kerasnya.
            “aaahhh... Heiji... aku nggak mau mati sekaraaaanggg...”
            “aku juga kazuha... maka jika aku mau mati sekarang aku akan bilang padamu sekarang bahwa aku sangat mencintaimu kazuhaaa...huwaaa...”
            Teriakan Heiji begitu keras dari hati terdalam. Heiji mengucaokan kalimat yang sudah ia pendam dari dulu. Dengan spontan ia mengucapakan itu pada kazuha di atas jetcoaster.
            Saat kereta berhenti mendadak dan permainan sudah selesai, para penumpang trurn dari kereta dengan ekspresi yang beragam. Ran membopong tubuh Shinichi karena Shinichi mual. Heiji dan kazuha berjalan terbata-bata menuju kursi panjang. Mereka semua lantas beristirahat sebentar. Ran lantas berdiri dan memluk Kazuha
            “selamat ya kazuha, Heiji... kalian sudah jadian di atas sana yaah... hahaha...”
Ujar ran menggoda lantas disambut gelak tawa oleh yang lain. Heiji juga sangat tidak menyangka yang rencana pertama adalah menyatakan persaannya diatas bianglala, tapi ternyata kenyataan berbalik dari rencana awal. Ia menyatakannya diatas jetcoaster yang menegangkan itu.
            Mereka semua lantas melanjutkan perjalanan menaiki wahana yang lain. Dan yang paling bahagia adalah pasangan Ret dan Saguru. Karena mereka berdua sudah lama sekali tidak bermain seperti ini. Pekerjaan kantor mereka terlalu berat. Yah, memang Ret dan Ran seumuran. Tapi Ret lulus Sekolah dengan cepat karena dari SMP mengikuti program akselerasi. Dan kini ia bekerja sebagai perancang busana di perusahaan pamannya.
            “Ret, sepertinya aku lusa harus kembali pulang ke New York. Ada pekerjaan  terkait di oiso finance. Sorry aku tidak bisa menetap di Jepang terlalu lama.” Ujar Saguru tiba-tiba setelah mendapat e-mail dari kliennya.
“it’s okay. No problem! Aku akan minta Ran untuk menemani jalan-jalan bersama teman-temannya yang seru ini. Kamu mau kan Ran?”
“tentu kak, kenapa tidak.” Ran tersenyum lebar.
            “wait! Bagaimana kalau kalian berlibur ke New York saja?” usul Saguru yang berhasil menarik perhatian yang lain.
            “wah bener! Pasti seru! Kita berangkat tiga hari kemudian yah. Aku masih rindu jepang nih. Gimana menurut kalian?” Ret menoleh kepada shinichi, Heiji dan Kazuha.
            “kak Ret yakin?”
            “tentu saja Ran. Apa kamu juga mengenal Sonoko? Siswi SMA Teitan seperti kalian.  Aku pernah bertemu dengannya dua kali di acara bisnis di jepang. Perusahaan keluargaku ada dibawah naungan perusahaan keluarga Sonoko. Bagaimana ?”
            “tentu saja, kami akan mengajak Sonoko. Kami juga teman dekat. Iya kan kazuha?”
            “benar sekali. Pasti seru nih rame-rame. Aku setuju banget.”
            Semua langsung setuju dengan ide Ret tersebut. Mereka sudah tidak sabar rasanya. Kecuali Heiji, ia agak kecewa kenapa tadi spontan sekali menyatakan perasaannya pada Kazuha. Kenapa tidak di New York saja? Ah, sudahlah. terlanjur



1.       Selamat datang kembaranku
2.       Apa? Pacar?
3.       Oh ya?
4.       Sudahlah, tidak apa-apa
5.       Maaf
6.       Maafkan aku ya
7.       Nggak usah khawatir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayo Pakai Bahasa Daerah

Pemburu Kuliner, Pendeteksi Lidah

Budaya berbahasa Daerah