Temukan Metode Belajar Al-Qur'an untukmu (1 of 2)
Alhamdulillah,
Hari ini Allah memberikan saya
kesempatan yang sangat baik untuk menambah wawasan dan pengetahuan saya. Tadi
pagi saya dikasih Amanah oleh Kepala Sekolah untuk mendampingi Masyarakat yang
ingin bersungguh-sungguh untuk menghafalkan Al-Qur’an. Acara tersebut diadakan
oleh metode Wafa (Belajar Al-Qur’an metode otak kanan). Yang berada di lima titik di Surabaya. Dan
Saya berada di titik Masjid Baiturrohim wisma Kedung asem Surabaya.
Acara dimulai jam 08.00, diawali
dengan Tilawah Qur’an dan sambutan dari ketua Panitia, lantas materi tahsin
“Urgensi dan Dasar-dasar Tahsin” dan praktek Klasikal Makhorijul huruf oleh
ustadz Adnan Sanusi, Lc dengan metode Wafa. Baru kali ini saya tahu ada metode
belajar Al-Qur’an dengan asyik karena menggunakan metode otak kanan.
Pembelajarannya unik, materi Makhorijul huruf yang setahu saya sulit diingat
dengan cepat, dikemas dengan menggunakan cerita singkat dan hafalan tempat
keluarnya huruf dengan gerak tangan. Subhanallah, para peserta yang notabene
ibu-ibu dan bapak-bapak tersebut sangat semangat meskipun sedang berpuasa.
Materi makhorijul huruf yang panjang menjadi singkat untuk diingat. Yah,
diingat, bukan dihafal. Kata pemateri. Karena menghafal dan mengingat itu
berbeda.
Tapi bagi saya, kalau belajar
makhorijul huruf memang sebaiknya diingat. Karena kalau dihafal cepat
hilangnya. Namun kalau menghafal Al-Qur’an, menghafal dan mengingat itu harus.
Setelah dihafal perkata ataupun ayat, musti diingat awal ayatnya kalau sudah
hafal beberapa ayat atau kata. Karena setiap ayat atau kata saling
berkesinambungan.
Setelah materi tahsin usai,
dilanjutkan dengan materi Tahfidz/menghafal Al-Qur’an oleh ustadz Kholil
Al-Hafidz. beliau menjelaskan tentang keutamaan menghafal Al-Qur’an.
Bersambung
...
Komentar
Posting Komentar