Pilih Niat di Dunia kependidikan



                Beberapa hari kemarin, seluruh sekolah SMA yang belum terakreditasi di wilayah Surabaya sedang melaksanakan proses Akreditasi. Agar sekolah bisa diakui dengan resmi, bisa beroperasi sebagaimana sekolah yang lain. Dan yang terpenting, siswa mempunyai kesempatan besar untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri.

                Entah kenapa saya turut kecemplung ke dalam tim akreditasi yang sungguh luar biasa itu. Kenapa saya sebut luar biasa? Karena dalam penilaian akreditasi sangat detail dan terencana sekali. Ada beberapa standar yang harus dipenuhi. Yakni mulai standar proses, standar pendidik dan  tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, standar isi, standar kompetensi kelulusan, standar pengelolaan, dan standar penilaian. Dan di setiap standar juga harus memiliki bukti fisik.

                dan menurut saya, bukti fisik itu agak memberatkan kinerja para pendidik. Karena tugas guru atau pendidik yang saya kira dulunya sebelum terjun ke dunia kependidikan, tugasnya hanyalah mengajar anak didik saja. Mana tahu saya tentang RPP, KKM, bahkan proses pembuatannya segala. Tapi sekarang saya sadar, itu semua harus dilakukan memang. Nah, teman-teman yang sekarang berada di dunia pendidik dan kependidikan juga bisa merasakan bagaimana menjadi pendidik kan? Atau bahkan yang masih kuliah di jurusan pendidikan. Pasti sudah tahu kan apa itu RPP, KKM, dan sebagainya.

                Lantas kenapa sih harus ada itu semua? Kenapa tidak terserah gurunya saja yang mengajar? Mari, kita kembali kepada pengertian pendidikan itu. pendidikan adalah upaya sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian (integritas), kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (Prof. Dr. Mukhtashor). Nah, arti pendidikan yang harus digaris bawahi bagi kita semua adalah adalah upaya sadar dan terencana. Kita sebagai pendidik sadar tidak apa yang harus kita ajarkan kepada anak didik kita? Sadar disini bukan berarti terjaga dari tidur loh yah. Sadar dan terencana tuh terusannya. Kita harus punya gambaran apa yang harus diajarkan.

                Dan apa yang kita ajarkan itu tidak melulu berdasarkan pada apakah kita sudah selesai menyampaikan pelajaran tersebut atau tidak. Bukan, bukan itu. Mari kita mulai dengan mendidik anak didik dengan berdasarkan sudah faham atau tidaknya anak didik yang kita ajar tersebut. Agar tidak bertepuk sebelah tangan apa yang dimaksud guru dan apa yang diinginkan anak.

                Lantas, apakah sistem pendidikan mencekik kita wahai pendidik dan anak didik? Baiklah, jika kita memang diharuskan mengikuti sistem pendidikan dari pemerintah, baiknya kita bisa membuat kreatifitas agar kita tidak merasa terbebani dengan sistem yang ada. Toh, disetiap sekolah saya yakin pasti sebagian besar sudah menerapkan kegiatan ekstrakulikuler siswa yang bertujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak. Yang mana tidak semua siswa bisa pintar di satu pelajaran yang sama. Mereka pasti punya kecondongan terhadap satu pelajaran walaupun tidak sama dengan siswa yang lain.

                Lalu dengan dua prioritas yang sama-sama penting untuk guru. Yakni mendidik anak didik dan mengikuti sistem yang ada, menerapkan RPP, KKM, Silabus dan lain sebagainya. Bagaimana guru bisa bernafas dengan lega ketika ada dua prioritas yang sama pentingnya? Mari kita kembalikan dengan niat awal dari kita semua. Dari tenaga pendidik dan kependidikan. Apa niat kita? Sekedar usaha untuk menjaga agar dapur tetap mengepul ataukah menanam pohon di ladang? Yang hasilnya tidak serta merta bisa kita nikmati dengan cepat?

                Bapak ketua yayasan saya sering bilang kepada para pendidik, guru, asatidz atau yang lainnya begini dengan lantang : kita ini bukan lembaga pendidikan, tapi kita ini adalah lembaga dakwah yang bergerak dibidang pendidikan. Subhanallah sekali, ucapan itu selalu membuat kami semakin semangat untuk terus bergerak dibidang pendidikan. Meskipun, walaupun, kita sebagai guru punya amanah yang tidak ringan.

                Jika ada yang bekerja di lembaga pendidikan murni, Jangan berkecil hati. kita bisa sedikit mengubah suasana hati kita sendiri dengan setiap apa yang dilakukan diniatkan untuk ibadah. Maka dengan sendirinya insya allah kita termasuk orang yang menanam pohon diladang. Yang hasilnya tidak serta merta bisa kita nikmati dengan cepat. 



#30DWC #JILID6 #SQUAD6 #DAY28

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fanfiction Conanian, Twin Mouri part 3

Ayo Pakai Bahasa Daerah

Pengalaman Panti Asuhan