Daun Kering



Ku usap kening
Penuh pelu dan debu
Kusapu jalanan yang rusuh
Banyak yang sok terganggu
Dari dedauan kering yang tersapu
Dari gumpalan jutaan debu

Tidakkah mereka tahu
Kebisingan knalpot yang mereka cipta itu
Perkeruh otak dan kesumpekan kalbu

Ku usap kening
Penuh pelu dan debu
Mengucur deras dari pori-pori kulit.
Dedaunan kering menurut
Ia terjatuh, ia tersapu
Terombang-ambing
Lantas tak tahu kemana nasib melaju

Dedaunan kering termakan waktu
Melawan debu

Siapa yang kering siapa yang layu
Angin tetap melaju
Selaju menggerakkan laju perahu

Dedaunan kering
Biarpun angin tak bisa tembus peluh
Tapi ia dengan perlahan menyapu
Tanpa jalur tanpa laju

Kuusap kening penuh pelu dan debu
Aku tidak pernah tahu
Bahagia kah daun kering itu
Tapi aku tahu
Tidakkah mereka malu
Meng ’cih’ tapi tersipu malu
Tanpa langkah tanpa asa
Namun berlenggok dengan leluasa

Daun kering itu
Terombang dan akhirnya sampai pada arah
Ia tahu akan dibawa kemana
Yah, tempat sampah
Atau lebih baik necis hotel bintang lima
Yang akhirnya tetap menghancurkan mereka
Selamat tinggal selamat datang
Daun kering dan daun hijau
Kau kan tahu dimana tempatmu
Toh, peluh dan debu tetap bersatu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fanfiction Conanian, Twin Mouri part 3

Ayo Pakai Bahasa Daerah

Pengalaman Panti Asuhan