Balada Jodoh di Squad 6 #30DWC6


Tring!
                Suara notifikasi WA dari ponsel Rully berbunyi, ia menghentikan kegiatan menulis skenario film cinta subuh terbarunya. Satu pesan masuk dari grup terbaru yang diikutinya. Sebenarnya ini kali ketiga ia mengikuti tantangan menulis 30 hari non-stop (30 day’s writing challenge/30DWC) yang diadakan oleh Inspirator Academy yang dibimbing oleh passion writer Rezky Firmansyah. Dengan bersemangat, Rully menyimak arahan dari grup tersebut. Kali ini ia menantang dirinya sendiri menjadi guardian atau ketua dari squad yang terdiri dari sepuluh anggota 30DWC.
                Hari pertama, Rully memimpin perkenalan squad 6 yang diketuainya. Sembilan anggota yang lain secara bergantian mencopy form perkenalan yang dibuatnya. Dengan format nama, domisili, sosial media hingga status menikah. Ada Mujahidah dari Balikpapan, Maya dari Jakarta, Nian dari Malang, Nikmatul dari Jogja, Nilla dari Bengkulu, Novi dari Surabaya, Retno dari Sidoarjo, Sally dari Jakarta, dan Fithri dari Aceh.
Mulai hari pertama para anggota masih semangat share link tulisan di grup squad 6, hingga hari kelima tulisan squad mulai ada yang telat, sampai ada yang hutang tulisan. Dan tugas Rully di squad selain merekap tulisan para anggota adalah menyemangati mereka yang mulai telat setor. Diskusi ringan di grup squad semakin mencair, Rully mulai lega. Karena ia tidak mau ada kekakuan di grup agar tercipta suasana saling menyemangati ketika ada anggota yang down. Hingga suatu hari, guyonan tentang jodoh dimulai. Para anggota squad yang memang sudah saling jawab chat tersebut saling menimpali. Rully dengan segarnya membahas statusnya yang sedang jomblo fisabilillah. Tiba-tiba, Novi prastiti yang seorang dosen Surabaya mengetik dan membuat Rully tertawa lebar dengan apa yang dibilang Novi.
‘dek Rully sama adekku saja. Sama-sama dosennya kayak aku kok. Hehehe’
Seketika anggota squad yang saat itu online langsung ricuh. Rully bingung harus bersikap bagaimana, namun dengan tenang ia menanggapi celotehan anggota grup yang lain. Novi mengirim gambar dirinya dengan seorang lelaki,
‘dek Rully, ini foto adekku’
Anggota grup rusuh lagi, semua pada nggodain Rully.
Maya : “wah mbak Rully, kalau beneran jadi undang kami semua loh yah.”
Retno : “iya mbak Rul, tapi kalau bisa resepsinya di Surabaya saja. Jangan di Tangerang. Biar saya nggak jauh-jauh.”
                Dengan menahan tawa, Rully membalas celoteh teman-temannya.
@Retno : “tenang, mbak datang di dua-duanya saja. Biar saya dapat kado dobel. Hehehe”
                Di hari seterusnya, Rully tetap jadi bahan godaan anggota yang lain. Setiap ia menanggapi chat dari Novi, yang lain pasti langsung men-ciye kan.  Ia bersikap biasa saja, toh itu cuman bercanda.


                Pukul 15.15, Rully bersama tim keluarga film maker muslim Tangerang keluar dari Bioskop. Mereka menuju ke musholla mall yang ada di lantai tiga. Rully berada di barisan paling depan saat menaiki eskalator, ia melepas kacamatanya kemudian berkedip berkali-kali karena merasa matanya perih. Beberapa hari kemarin Rully disibukkan dengan gadget dan laptopnya karena deadline film cinta subuh sebentar lagi. Ia juga sibuk promosi nonton bareng untuk film mengejar halal. Rully tidak sengaja menatap mata seorang lelaki yang berjalan lawan arah darinya. Shiinggg... hati Rully berdesir, ia cepat-cepat beristighfar. Namun sepertinya Rully pernah melihat lelaki itu sebelumnya. Ia kenakan lagi kacamatanya, lantas menoleh sebentar kepada lelaki tersebut yang sedang turun ke eskalator. Ia memutar memorinya kembali untuk mengingat siapa lelaki tersebut, tapi ia masih tidak ingat .

                Hari ke 18 di tantangan menulis 30 hari, grup WA squad 6 masih ricuh. Apalagi di hari ke 18 waktunya feedback tulisan squad 6 di grup EMPIRE yang terdiri dari seluruh anggota 30DWC. Rully sudah share rekapan link di EMPIRE, tapi hingga jam sembilan malam belum ada yang kasih feedback tulisan squad 6.
Di grup squad 6
Novi : ‘kok tumben tidak ada yang kasih feedback squad kita di grup EMPIRE’
Mujahidah : ‘ayo kita feedback sendiri saja dengan mengatakan : oh, tulisan squad 6 sudah pada keceh semua. Jadi tidak ada yang perlu di feedback.’
Grup langsung dipenuhi emoji tertawa gara-gara perkataan itu.
                Hari sudah malam dan Rully tertidur pulas setelah menyelesaikan tulisan hari ini. Ia sudah tidak melihat pesan yang mulai menambah jumlahnya. Rully sudah terlalu lelah.

                Keesokan harinya, Rully berangkat mengajar seni di sekolah dekat dengan rumahnya. Meski badannya agak kaku karena terlalu capek, Rully tetap semangat mengajar. Apalagi hari ini ada kunjungan para mahasiswa dari Surabaya yang sedang KKN di daerah sekolah alam yang diajar Rully. Ia harus menemani para Mahasiswa. 

 Setiba di sekolah, Rully kembali bertemu dengan seorang lelaki yang pernah ia lihat di mall beberapa waktu yang lalu. Lelaki itu memperkenalkan dirinya yang ternyata adalah dosennya. Masih muda, belum pantas disebut dosen. Tapi dari penampilannya, Rudy terlihat benar-benar orang intelek. Dengan cakap, Rully menemani para Mahasiswa dari Surabaya itu hingga hari ketiga berikutnya.
                Kesibukan Rully mengajar dan juga pembuat skenario film pendek islami tidak menghalanginya untuk membimbing dan menyemangati anggota Squad 6. Sudah tiga orang drop out, Rully merasa bersalah karena belum berhasil meloloskan seluruh anggota untuk konsisten menulis hingga hari ke 30. Grup sepi, Rully membuka galeri grup squad 6, matanya tertuju pada foto Novi bersama adiknya yang sempat dijodohkan dengannya secara tidak sengaja. Ia kaget bukan main, ternyata adik Novi tersebut adalah dosen yang sedang menemani mahasiswanya di sekolah alam yang ia ajar. Ia langsung chat Novi, bertanya apa benar adiknya sekarang sedang di Tangerang. Novi meng-iya kan dan memberi kode keras kepada Rully dengan memanggilnya adik ipar, entah itu chat pribadi ataupun chat di grup squad 6 hingga 30 DWC telah usai.

                Rully baru saja selesai mengeluarkan nastar dari oven untuk persiapan lebaran yang tinggal dua hari lagi. Bel rumahnya berbunyi. Ia menyambar kerudung di kursi dan langsung membuka pintu., masih tetap menggunakan celemek masaknya.
                “assalamu’alaikum dek rully...”
                “wa’alaikum salamm.. ehhh?”
Rully terpaku di depan pintu. Seseorang yang tiga puluh hari kemarin ia kenal lewat grup 30 DWC saja kini berdiri di depan pintu dengan senyum lebar, dibelakangnya ada Rudy, adik Novi sang dosen yang sedang menemani mahasiswanya study di sekolah yang diajarnya. Rully memeluk Novi dengan gembira. Akhirnya ia bisa bertemu dengan kakak iparnya. Kakak ipar? Rully mempersilahkan tamunya masuk dan bertanya apa maksud tujuan Novi main ke rumahnya membawa rombongan. Ada Rudy, serta suami dan anak lelaki Novi yang masih berumur 6 tahun. Mereka bercakap ringan dahulu, lantas Rudy mengungkapkan tujuannya datang ke rumah Rully.
                “dek Rully afwan, maksud tujuan kami sekeluarga kesini tidak lain dan tidak bukan adalah ingin menyampaikan maksud untuk ta’aruf dengan dek Rully. Saya sudah sedikit banyak kenal Dek Rully dari cerita mbak Novi.”
                Rully tertegun, novi yang ada disampingnya menyenggol lengan Rully dengan perlahan. Rully sendirian di Rumah, orang tua dan adiknya belum datang sejak tadi siang dari berbelanja. Rully mati rasa, ia tak tahu harus bagaimana. Suara mobil menyelamatkan Rully dari kebingungan. Orang tuanya datang dan keluarga Novi menemui orang tuanya. Rully lega, biar orang tuanya saja yang menjawab ajuan Rudy tadi. karena Rully sudah sepenuhnya percaya pada orang tuanya untuk memilihkan jodoh yang terbaik.
                Anggota squad 6 akhirnya reuni di pernikahan Rully dan Rudy. Tapi lebih tepatnya adalah pertemuan perdana setelah rame-rame di grup WA saja. Mereka membawa buku antologi karya mereka, untuk ditandatangani secara bergantian. Impian Squad 6 membuat karya bersama terwujud, impian Novi agar guardiannya menjadi adik ipar juga terwujud. 








cerita diatas hanyalah fiktif belaka namun ide terinspirasi dari guyonan dan candaan perjodohan guardian dengan adik fighter. 

#30DWC #JILID6 #SQUAD6 #DAY30

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fanfiction Conanian, Twin Mouri part 3

Ayo Pakai Bahasa Daerah

Pengalaman Panti Asuhan