Tempat mewah (bagian 1)


19 Mei 2017 tepat jam 19.00 sampai selesai, rumah kedua saya punya hajat besar. Kenapa saya sebut rumah kedua ? karena hampir separuh hidup saya dihabiskan disana.

            Yah, tempat itu memang tidak mewah. Namun juga tidak buruk rupa, tapi kenyamanan dan kehangatannya tiada tara. membuatnya kujuluki mewah seterusnya. 
            Memang, tidak banyak hiburan yang bisa memanjakan mata, namun secuil hal kecil bisa membuat kami tertawa. Tapi tak jarang menangis teringat suasana rumah.
            Iya, banyak kenangan terukir disana. Perjuangan, pengorbanan, naluri berbagi, sabar, kemandirian, teruji disana. Namun tak sedikit yang mundur di langkah pertama.
            Hhmmm... lagu kenangan terputar kembali, lagu sederhana namun membawa berkah. Kalamullah, nadzam imrithy hingga alfiyah. Sholawat bersama, di iringi nada ‘dung tek tek, dung dung, tek tek’

            Hhhmmm... hari ini, disana ada acara haflah akhirussanah atau biasa yang disebut wisuda. Namun, yang di wisuda bukan yang Sekolah SMA nya. tetapi yang sekolah diniyah atau disebut agama. Sekolah agama.

            Tahun ini adalah tahun pertama saya menjadi alumni, meski alumni tapi jiwa masih santri. Karena kecintaan saya begitu besar nan indah untuk dilupakan.

            Kalian tahu dimana tempat itu ? yang begitu saya rindukan suasananya, yang sampai sekarang saya belum bisa MOVE ON dari apapun yang terbiasa disana.

            Mari saya perkenalkan, tempat yang indah nan bahagia itu adalah PONDOK PESANTREN MANBA’UL HIKAM. Pondok pesantren yang mungkin ada yang belum mendengar namanya saja. Kini ikuti pengalaman-pengalaman indah di pesantren, yang terletak di desa putat yang terpojok di kota sidoarjo. Desa yang saat hujan tercium bau lumpur lapindo yang belum berhenti semburannya sampai sekarang. Amin kan dong biar berhenti. hehehe


#manbaulhikam #30DWC #JILID6 #DAY3


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fanfiction Conanian, Twin Mouri part 3

Ayo Pakai Bahasa Daerah

Pengalaman Panti Asuhan