ikan memanjat pohon. bisakah ?
Sekitar 4 bulan lalu,
Saya merasa deja vu saat seorang murid kelompok saya menangis di depan saya
dengan terisak-isak, saya tidak bertanya dulu kenapa ia menangis. Nanti kalau
sudah berhenti menangis pasti akan cerita dengan sendirinya. yups, setelah
beberapa saat ia terdiam. Ia mulai menceritakan sebabnya ia menangis.sebut saja
namanya “Dea” (samaran), ia bilang pada saya kalau ada seorang guru mata
pelajarannya mengatakan kalau kini kemampuannya menurun. Semangat belajarnya
juga sangat kurang sekali. Beda dengan anak-anak yang lain. Haloooo.... emang
semua kemampuan anak sama ? enggak kan... ? saya bilang padanya, tujuan guru
itu bilang begitu padanya hanya untuk memacu semangat belajarnya saja. Dea mulai
tenang kembali. Sejujurnya, saya juga sakit hati sekali.
Saya juga pernah ngerasain gimana
rasanya di remehin oleh seorang guru. Meski tujuannya hanya untuk menyemangati
belajar saja. Tapi kalau di sama samain dengan murid lain, siapa yang mau coba ? kejadiannya sewaktu menjelang UN
SMA. Saya punya kelompok belajar yang terdiri dari anak-anak yang mumpuni di
satu bidang pelajaran UN. Saya megang Bahasa Indonesia. My favourite yeah...
jadi setiap belajar kelompok bareng, ada anak yang jadi mentornya di pelajaran
itu. Lumayan kaaan LBB gratis. hehehe
Namun tidak hanya serius dalam
belajar saja. Kelompok saya itu suka banget bercanda, paling berisik lah kalo
dikelas. so, terkadang kelompok kami jadi incaran guru-guru. dan yang paling
menyakitkan, saat teman saya yang megang pelajaran biologi juga sang juara
kelas di panggil oleh wali kelas kami. Saya sama temen yang lain ngikut,
mendengarkan apa yang di katakan bu walas kami. Intinya, si juara kelas itu
tidak boleh terlalu dekat-dekat sama kami karena bisa mempengaruhi belajar si
juara kelas. Fine, sakit banget...
Mungkin mirip-mirip gitulah rasa
sakit si Dea sama saya.
Apakah manusia diciptakan sama ? tentu tidak. Bahkan
seorang ibu yang mempunyai anak kembar pasti menjawab tidak juga. Begitu pula
dengan Dea, ia tidak bisa harus disamakan dengan anak-anak yang lain. Karena ia
pasti punya kelebihan yang lain. Saya yakin itu. Dan keyakinan saya terhadap Dea
terbuktikan. Sekitar 3 minggu kemudian sejak peristiwa dea menagis itu, di grup
whatsapp guru-guru ada yang posting tentang kemenangan Dea dalam lomba cerpen
yang diadakan oleh FLP sidoarjo. Saya menangis haru saat itu juga. Dea yang
pernah menangis tersedu karena semangat belajarnya menurun kini bisa menemukan
siapa dia sebenarnya.
Senin pekan depannya, sekolah
mengadakan acara pemberian reward kepada pemenang lomba luar sekolah di akhir
acara upacara bendera rutin. Mula-mula anak yang mengikuti olimpiade Sains
nasional, yang juga termasuk siswa siswi pandai di sekolah yang dipanggil ke
depan. Lalu Dea, ini yang semuanya nggak ada yang menyangka dea bisa memenangkan
lomba bergengsi itu, apalagi cerpennya akan di bukukan oleh FLP. Sungguh, anak
yang kemarin-kemarin menangis karena kemampuannya menurun, kini berjajar dengan
anak pemenang lomba olimpiade Sains nasional. Di saksikan guru-guru dan
teman-temannya. Ia diberi penghargaan oleh sekolah karena sudah mengharumkan
nama sekolah.
Sungguh, ikan tidak bisa dipaksa
untuk memanjat pohon kemudian turun dan lari sejauh lima kilometer kemudian
kembai lagi. Sama seperti anak-anak, mereka tidak bisa dipaksa harus bisa
seperti anak yang lain. Karena setiap anak memilik potensi yang berbeda-beda. Tinggal
kita, para orang Dewasa, Orang tua, ataupun tenaga pendidik lainnya yang harus
bisa menggali potensi-potensi mereka supaya dapat di asah lebih baik lagi. Toh,
tidak semua orang di suatu negara harus jadi insinyur semua.
#DAY2 #30DWCJILID6 #SQUAD6
#DAY2 #30DWCJILID6 #SQUAD6
Ada tuh ikan yang bisa terbang ke mana-mana sya pernah melihatnya..
BalasHapus.
.
.
.
.
.
.
Ikan indosiar mbak.. haha
wkwkwkw, bener banget...
Hapusbelum punah kah ?
BalasHapusHaduch .. tulisan ini . menginspirasi bnget.. ih mbgh neneng 😍 Apalagi tentang ikan, jadi ingat siapa yg biasa di pnggil ikan oleh seseoRng .
Di tunggu tulisannya laghi
based on true story itu dek siii...
Hapushayoo siapa....