Fanfiction Conanian, Twin Mouri Part 6


Tokyo, Airport
            Saguru sedang berdiri gelisah disamping dua koper besar. Sesekali kepalanya mendongak ke arah toilet. 5 menit kemudian, Ret berlari kecil menghampirinya.
            “Gomensai ne Ai1, setelah keluar dari toilet, mama menelfon.” Ujar Ret mengatur nafasnya.
            “iinda yo2, apa yang dikatakan mama mu ?”
            “mama bilang aku harus menginap di Rumah si Baka3. Tapi aku tidak mau.”
            “Doushite4? Don’t you miss your twin sister?” tanya saguru heran.
            “of course. But i don’t feel right to meet my daddy.”
            “sawagi! Hora, hayaku5!” Ret menyeret koper silvernya. Berjalan keluar Airport.
            “kamu selalu berbicara jepang di depanku. Aku harus menyesuaikan.”
Saguru mengikuti langkah Ret dan menjajari langkahnya.
            “kamu mau tinggal dimana selama seminggu di jepang ini?” tanya saguru. Sambil menghentikan taxi.
            “hotel mu!” jawab Ret singkat sambil nyengir.
            “yes! Sir, hotel hyde pride. Please!” ujar saguru ke sopir taxi.


Penginapan Daerah pegunungan Nagano.
            Ran, kogoro dan conan menikmati kyuzu khas penginapan daerah bersama inspektur yamato. Kogoro telah selesai dengan kasusnya. Munculnya Kamaitachi di pemandian milik teman SMU kogoro. Sudah dua hari mereka menginap, sekalian menghabiskan liburan akhir tahun.
            Ddrrttt.. drrtt...
            Ponsel Ran bergetar, ia keluar kedepan penginapan sambil mengangkat telfon.
            “konbanwa Aii6..” sapa Ran riang dan bersemangat saat mengetahui bahwa yang menelfonnya adalah Shinichi, kekasihnya.
            “konbanwa Ran, Dou7? Kasus ayahmu sudah selesai?” suara berat dari sebrang menyahut dingin.
            “yah, sudah selesai kasusnya. Sekarang sedang menikmati salju pegunungan.”
            “uchi e kaeritakunai desu ka8?” tanya Shinichi.
            “mungkin besok lusa. Doushitanda yo9?”                                
            “heiji ingin ke tropical land. Ini Sekarang dia bersamaku. Kamu bisa? Sama Kazuha sekalian. Bakal ada pertunjukan kecil disana.”
            “pertunjukan kecil? Apa heiji main sulap? Ah lupakan, baiklah aku pasti bisa.”
            “subarashii.. mata10
            “ne, Aishiteru Ai..eehhh... ai11?”
            Ran menatap ponselnya kesal, ternyata Shinichi sudah menutup telfonnya. Begitulah, Shinichi selalu menutup telfon tanpa dibumbui kata-kata manis sama sekali. Ran cemberut lalu teringat janjinya Shinichi yang mengajaknya ke tropical land. ia lantas tersenyum, tidak sabar menunggu hari itu tiba. Ia berjalan ringan bergabung bersama Ayahnya dan conan.


Haido departement store
            Shinichi menutup telfonnya lantas duduk di hadapan heiji.
            “apa yang kamu maksud dengan pertunjukan kecil hah?” tanya Heiji kesal.
            “mo ii yo12. Bukankah kamu ingin menyatakan cinta pada Kazuha?” Shinichi balik bertanya sembari menyeruput es kopinya.
            “ee, osoraku13. Kalau aku berani.” Muka heiji memerah.
            “kamu tidak berani? Hahahaha”
            “sawagi14! Shinchi! Look ! bukankah itu Ran mouri?”
            Heiji menunjuk dua orang yang lewat disampingnya. Seorang pemuda berpakaian casual, berambut pirang. Dan seorang cewek memakai brown coat tebal dan bertopi rajut krem. Wajahnya sangat mirip dengan Ran Mouri, Kekasih Shinichi.
            Shinichi dan Heiji yang pasti mengira itu Ran langsung mengikuti dari belakang. Begitu dua orang itu masuk di toko sepatu, Shinichi yang merasa itu Ran langsung menarik tangan cewek itu. Cewek itu tersentak kaget dan mengumpat.
            “kuzo! Sawaranainda15!” cewek itui menepis tangannya yang ditarik shinichi dengan paksa. Shinichi semakin marah. Karena ia merasa diselingkuhi dengan Ran. Padahal baruan Ran bilang ia berada di Nagano, ternyata ia jalan berdua dengan seorang cowok bule.
            “bagerou, koushuu benjo16!” bentak Shinichi tajam.
            “hora! Kuchi ni ki o tsuketamae17!” cowok bule langsung mendorong pundak Shinichi ke belakang, dan untung saja heiji berada tepat dibelakangnya. Cowok itu langsung menarik cewek yang dikira shinichi ran itu langsung menjauh. Shinichi yang melihatnya hanya bisa terbengong karena bingung.
            “aneh, dia benar-benar Ran, tapi kenapa sama sekali seperti tidak mengenaliku.” Ujar Shinichi.
            “ne, aku juga bingung. Baka na onna no ko18.” Sahut heiji heran. Mereka berdua akhirnya keluar dari situ.
            Selama perjalanan pulang, Shinichi hanya terdiam. Memendam rasa gelisahnya karena melihat Ran jalan dengan cowok lain.
‘mungkin aku terlalu cuek pada Ran. Hingga ia mencari cowok lain yang lebih perhatian dengannya.’ Batin Shinichi dalam hati. Dan mulai saat itu, Shinichi tidak mau menghubungi Ran lagi. Terlalu dalam luka dihatinya.

1.       Maaf ya sayang
2.       Tidak apa-apa
3.       Bodoh
4.       Kenapa
5.       Cerewet, ayo cepat
6.       Selamat malam sayang
7.       Selamat malam ran, bagaimana
8.       Kamu nggak pulang
9.       Iya ada apa
10.    Bagus, sampai nanti
11.     Iya, aku mencintaimu sayang...
12.    Sudahlah
13.    Ya, mungkin
14.    Cerewet
15.     Brengsek! Jangan sentuh
16.    Brengsek! Benar-benar murahan
17.    Hei! Jaga mulutmu
18.    Dasar anak cewek bodoh




mohon koreksinya apabila ada salah, dan mohon maaf bila kurang berkenan bagi para conanian.
hihihi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fanfiction Conanian, Twin Mouri part 3

Ayo Pakai Bahasa Daerah

Pengalaman Panti Asuhan