Fanfiction Conanian, Twin Mouri part 4


            “Ran! Segera keluar dari kamar, teman-temanmu sudah datang” teriak kogoro dari ruang tamu. Tidak perlu diteriaki dua kali, Ran langsung keluar dari kamar dengan memakai leather dress mixed fabric and kardigan. Shinichi langsung berdiri dengan senyum terbaiknya. Ran agak kaget Shinichi ikut kazuha menjemput di rumahnya. Karena pesan terakhir Shinichi bilang padanya bahwa ia akan bertemu di Harajuku street saja.

            “Ayah... aku pergi dulu..”pamit Ran pada ayahnya.

            “iya, habis gini ayah juga mau menemani Inspektur Megure di kepolisian.” Jawab kogoro sembari memakai jasnya.

            Ran, kazuha dan Shinichi menuju mobil silver yang terparkir didepan kafe poirot. Mata Ran nyaris terbelalak dan ingin tertawa lepas melihat T-shirt yang dipakai Heiji. Melihat ekspresi Ran, Heiji mendengus kesal dan segera masuk mobil.

            “entah kenapa, Kazuha memakai kaos yang berwarna sama denganku.”

            “enak saja heiji! Aku sudah menyiapkan kaos ini untuk weekend.” Sahut kazuha kesal, ia duduk dibelakang bersebelahan dengan Ran.

            “sudahlah, kalian saling cocok. Kenapa tidak jadian saja? dengan begitu....” perkataan Shinichi langsung terputus begitu ditatap tajam oleh Heiji.

            Heiji yang memegang kemudi melajukan mobilnya dengan mulus menuju Harajuku street. Disana mereka akan bertemu dengan Sonoko dan Makoto. Mereka lantas bersenang-senang di pusat perbelanjaan Tokyo.


BEIKA...

            Pukul tiga sore, mereka ber-enam menuju istana akuarium Beika. Mereka akan menyaksikan pertunjukan lumba-lumba yang digelar pukul empat sore. Setelah membeli tiket dahulu, mereka memilih berjalan-jalan ke akuarium raksasa yang seakan dibawah laut. Sonoko dan Makoto berjalan mendahului. Kazuha dan heiji berjalan santai dibelakangnya sambil sesekali berhenti mengamati jenis ikan yang berenang diatas atau samping mereka. Sedangkan Ran dan Shinichi yang baru kenal semalam merasa canggung. Tidak ada topik yang dibahas. Mata Ran hanya mengamati keindahan disekelilingnya. Namun berbeda dengan Shinichi, dia terlihat gelisah seperti ada sesuatu yang disembunyikan.

            “Ran, kita jalan ke kiri aja yuk!” ajak shinichi ketika mereka sampai dipersimpangan lorong.

            “tapi Kazuha dan yang lain menuju ke arah kanan.” Ran kebingungan, namun teman yang lain tidak merasa kalau Ran dan Shinichi berbeda jalur.

            “sudahlah biarin! Aku hafal jalan tempat ini kok.” Shinichi menarik tangan Ran pelan menuju jalur kiri, yang penerangan lampunya lebih terang daripada jalur kanan.

            Ran dan Shinichi berjalan pelan menikmati keindahan bawah laut buatan. Ran menoleh ke kanan dan mengamati dengan seksama ikan oranye putih yang berenang indah di sela-sela batu karang. Ran menyadari sesuatu, dari tadi Shinichi tidak melepas genggaman tangannya. Shinichi melihat Ran dan membuka percakapan.

            “menurutmu, apakah lorong di akuarium ini punya arti khusus?”

            “arti khusus? Bukankah sudah jelas? Sejauh mata memandang, terlihat ikan yang indah. Berada di lorong ini serasa seperti berada di dasar laut.” Jawab Ran.

            “Ran, jika berada di lorong ini serasa seperti berada di dasar laut. Maka berada didekatmu seperti ini rasanya aku ingin berada di dasar hatimu.”

            “eh?” dengan spontan Ran menatap Shinichi. Merasa ditatap seperti itu, Shinichi menunduk dalam dan menghela nafas dalam lalu menyatakan perasaanya pada Ran.

            “Ran! Shinichi! Kami disebelah sini !” teriak Sonoko. Ran dan Shinichi menoleh dan langsung menghampiri empat temannya.

            “kalian berdua kemana saja? Lama banget.”

            “tadi Ran ingin lihat-lihat aksesoris di both tengah.”

            Jawab Shinichi asal. Sonoko dan Kazuha sebenarnya tahu kalau Shinichi hanya beralasan saja. Karena dar tadi Ran mengirim pean terus menerus kepada mereka tentang sikap Shinichi dan pernyataan Shinichi yang membuatnya kebingungan tadi.

 “Ayo masuk!” ajak Makoto.

            Mereka duduk dengan tenang, menyaksikan pertunjukan lumba-lumba dengan antusias. Saat pertunjukan berlangsung, Heiji dan Kazuha tidak henti-hentinya berdebat tentang jenis kelamin lumba-lumba yang sedang show tersebut. Sonoko bersirak heboh saat seekor lumba-lumba melewati lingkaran api kemudian mengebaskan ekornya ke air hingga mengenai penonton. Sesekali Makoto mengarahkan ponselnya yang dari tadi digunakannya untuk merekam pertunjukan lumba-lumba ke arah Sonoko. Sedangkan Ran Shinichi seakan tidak serius menyaksikan pertunjukan karena sibuk dengan percakapan mereka yang mungkin sedang beradaptasi satu sama lain.

Bersambung...

#30DWC #day12 #SQUAD6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fanfiction Conanian, Twin Mouri part 3

Ayo Pakai Bahasa Daerah

Pengalaman Panti Asuhan