Hiburan, Liburan, lalu MOVE ON


                Pernakah di tengah pekerjaan yang berat dan aktifitas yang padat kalian merasa seperti tidak bernafas ? padahal  kita juga setiap waktu juga bernafas. Namun karena tidak sempat mengistirahatkan badan dan memejamkan mata dengan tenang kita merasa 10 tahun lebih tua dari umur kita. Jujur saja, saya baru satu tahun ini tahu kalau ternyata dunia luar itu seperti ini. Kenapa saya baru merasakan kekejaman dunia luar dan dunia pekerjaan ? memang dimana saja saya ? sudah 9 tahun lebih saya hidup di bawah naungan pesantren. Dulu saat di pesantren saya mikir, “kalo saya boyong saya jadi apa ya ? terus dunia luar pesantren itu seperti apa sih ?”. ternyata satu tahun belakangan saya baru bisa memahaminya. Berat dan penuh tantangan.

            Tadi siang, di tengah padatnya jadwal pekerjaan dan jadwal sosial kepada sesama, Reuni dadakan terjadi. Cuman butuh waktu sekitar 4 jam saya bisa merasakan leganya tak memikirkan sesuatu. Saya bertemu 3 orang teman lama di sebuah pusat perbelanjaan surabaya yang baru di buka. Mereka mengajak saya bermain-main di timezone seakan mereka tau banget saya butuh liburan. Dengan kehebohan dan seakan nggak punya malu, kami bermain melepaskan penat yang ada. Roller coaster di dalam mall jadi permainan yang wajib kami naiki rasanya. Hhmmm... sudah berapa tahun lamanya saya tidak naik permainan ini. Seperti biasa, roller coaster jalannya pelan banget di awal-awal, naik rel dengan pelan, kemudian turun dengan kecepatan tinggi dan berkelok kemudian keluar dari mall lantas masuk lagi dengan kecepatan yang tak kalah tingginya dan tiba-tiba berhenti. (baca dengan cepat seperti pemandu acara sepak bola.) Rasanya ? nyawa saya masih diatas rel yang paling tinggi. Sumpah, adem panas telapak tangan dan kaki. Ternyata dapat putaran satu kali lagi. Okee, saya siap-siap untuk nggak seheboh tadi.

            Putaran pertama saya nggak bisa melek karena terlalu terkejut. Putaran kedua ini saya siap-siap bisa melek dan menyiapakan teriakan yang paling kece. Kalo tadi saya teriak nya refleks, Yang kedua saya teriak lebih kreatif, YEAAY... MOVE ON !!!! MOVE OONNNNN.... gitu terus sampai kereta roller coasternya berhenti. Padahal eh padahal, saya nggak tau harus move on dari siapa ke siapa. Pacaran aja enggak pernah. Hahahahaaa. Eh enggak ding, maksud saya itu MOVE ON dari paradigma yang jelek-jelek dan kebiasaan mengeluh saat ada pekerjaan berat, menuju ke kebiasaan yang baik. Tanpa mengeluh, selalu tersenyum, dan melakukan apapun dengan lillahi ta’ala.

            Naik wahana gini aja saya terlalu lebay, bukan berarti kampungan. Tapi karena nostalgia dan refreshing yang nggak direncanakan. Sungguh, nikmat sekali rasanya. Next, kami main-main seakan seumur hidup nggak pernah main. Apalagi dengan teman yang sudah lama tak berjumpa.

            Sungguh, hiburan dan liburan itu penting. Tapi bukan berarti liburan dan hiburan itu harus mahal. Kita bisa tertawa lepas dengan menjadi diri kita sendiri tanpa kepura-puraan bagiku itu sudah cukup. Apalagi mengunjungi suatu tempat hiburan. Oh, itu sudah lebih dari cukup, lebih malah. Ditambah dengan wefie bersama teman dan gila-gilaan bareng. Itu mendekati overdosis.

            Yah, hiburan. Saya tidak bisa menjelaskan dari segi psikologi atau apapun, tapi cukup dengan saran agar kalian harus cari hiburan dan liburan ! segera ! kalau waktu nggak memungkinkan, cari aja di youtube humor yang kalian sukai. Dijamin dah, insya Allah kalian bisa MOVE ON dari ketegangan fikiran kalian. Try now !

Komentar